Skip to main content

Posts

Ustadz Kampung : Ending Chapter 17 . Aib yang terbongkar

Selalu Dukung Admin ya biar admin lebih semangat LINK SAWER https://saweria.co/beesilebah11 Akh akh akh desah ku di dalam kamar. Udah seminggu sejak aku bersetubuh dengan Hendra. Setelah itu tidak ada kejadian lagi. Rasanya pikiran ku menjadi kacau bukan karena rasa bersalah. Malah sebaliknya, hasrat ku semakin menjadi. Aku ketagihan. Bayangan-bayangan aku dientot membuat ku selalu nganceng. Seperti saat ini.  Aku terus nganceng, untuk saja saat ini istri ku tidak ada di rumah saat ini.  "Stsss arggghhhh anjingggg fuckkkk" Desah ku tidak tertahan. Tangan ku saat ini sedang mengocok kontol ku. Tangan ku, aku gunakan untuk memainkan dildo yang baru saja kebeli. Dildo berbentuk kontol yang super jumboitu keluar masuk  Dengan nikmatnya.  Jujur saja, awalnya aku deg degkan saat ingin membeli mainan ini. Tapi hasrat ku selalu saja mendominasi. Karena setiap kali coli rasanya kurang puas kalau tidak ada yang mampu mengisi pantat ku. Alhasil aku memutuskan untuk memberi bara...
Recent posts

CERPEN: Sebuah Pengalaman Tak Terduga.

  Ilustrasi  Selalu Dukung Admin ya biar admin lebih semangat LINK SAWER https://saweria.co/beesilebah11 Nama ku Faisal, seorang karyawan swasta berusia 26 tahun. Aku ingin menceritakan pengalaman pribadiku saat harus berobat ke rumah sakit karena menderita wasir. Hari itu, aku berjalan dengan tertatih-tatih menahan sakit. Aku tegaskan, aku bukan seorang gay; aku terkena wasir murni karena sedang sial saja. Sebenarnya aku merasa sangat malu untuk pergi ke rumah sakit dengan kondisi seperti ini. Namun, karena rasa tidak nyaman yang sudah tidak tertahankan, akhirnya aku membuang jauh-jauh rasa malu itu demi kesembuhan. Aku berjalan dengan langkah yang aneh. Aku sadar beberapa pasang mata menatapku dengan heran, tapi aku tidak peduli. Saat namaku dipanggil, aku pun masuk ke dalam ruangan. Sial, aku malu setengah mati karena ternyata dokternya adalah seorang wanita. Rasanya berat sekali harus menjelaskan penyakitku padanya. Untungnya, dokter itu mengatakan bahwa kondisiku perlu pe...

Dunia Pasantrenku : BAB 4

Entah kenapa dua orang ini selalu muncul di depan wajah ku, ya siapa lagi kalau bukan agus dan darmi. mereka selalu saja muncul, saat mau sholat  mereka berdua selalu berada di samping ku. Saat aku lagi di perpus, kantin, musholah. Selalu saja ada mereka.  Kalau agus aku masih menganggap wajar, karena kita teman sekamar. Tapi yang satu ini? Apaan coba. Tiba-tiba dia sering banget dateng ke kamar kami.  "Aku heran sama kalian berdua kemana aku pergi pasti ada aja muka kalian berdua" Seru ku pada mereka.  "Ya kalau aku sih masih wajah san, aku kan Sahabat mu. Nah kalau kamu dar?" Tanya agus pada darmi.  "Salah kah kalau aku bareng kalian? Kamu terganggu sama aku san?" Seru darmi.  "Ha? Ah kagak kok, cuman aneh aja" Seru ku akhirnya. Jujur saja dua orang ini yang membuat ku Canggung. Bagaimana enggak dua orang ini orang yang pernah berzina bareng aku.  Akhirnya aku menyerah dan membiarkan mereka berdua mengikuti ku. Walau kami lebih banyak diamnya d...

Dunia Pesantrenku : BAB 2

Selalu Dukung Admin ya biar admin lebih semangat LINK SAWER https://saweria.co/beesilebah11 Kejadian di kamar asrama dua hari yang lalu, saat aku dan Agus melakukan masturbasi bersama, masih membekas tajam dalam benakku. Sebuah pengalaman yang terasa seperti racun dan madu; kenikmatan yang terlarang bercampur dengan rasa bersalah yang menggerogoti. Aku, Iksan, mendapati diriku tidak bisa berkonsentrasi pada hal lain. Setiap kali mencoba menghafal, bayangan kontol Agus yang berdiri kokoh, dikelilingi rambut kemaluan yang lebat, selalu terlintas. Yang membuatku semakin tersiksa adalah sikap Agus yang seolah-olah tidak terjadi apa-apa. Dia bersikap biasa saja, melanjutkan rutinitasnya tanpa beban. Sebaliknya, aku merasa kikuk setiap kali pandangan kami bertemu. Dia telah melihat aibku, dan aku pun telah melihat aibnya. Kami berdua menyimpan rahasia kelam itu, namun entah mengapa, rasanya hanya aku yang merasa Agus memegang kendali atas diriku. Aku tahu, aku harus melakukan hal yang sama: ...